Rabu, 08 Mei 2013

Lomba Untuk Menguji Kemampuan Mahasiswa AKPAR Majapahit Dalam Mengolah Mnuman


Majapahit Tourism Academy


          Dalam upaya untuk mengetahui tingkat kreatifitas serta pengetahuan para mahasiswa dalam mengolah minuman, AKPAR Majapahit mengadakan lomba dengan tema “mix Me Up (Bar competition)’ yang diikuti oleh para Mahasiswa AKPAR Majapahit khususnya jurusan culinary

          Lomba yang ini diikuti oleh 16 kelompok yang terdiri dari 32 mahasiswa. Menurut Ir. Juwono Saroso selaku President Director Tristar Institute tujuan diadakanya lomba ini adalah untuk melatih para siswa agar dapat mengkreasikan minuman baru yang nanti akan dapat muncul menu baru yang dibuat oleh para siswa. ‘Lomba bartender ini baru pertama kalinya dilakukan, ini juga merupakan gladi kotor untuk lomba berikutnya yang rencananya akan diadakan lomba semacam ini juga pada bulan mei mendatang’ imbuhnya

          Saat ditanya mengapa lomba ini untuk perkelompok terdiri dari dua orang, Ir Juwono menambahkan ‘alasan dibuat per kelompok yang terdiri dari 2 orang memang sengaja dibuat begitu karena kerjasama dalam sebuah tim itu sangat diperlukan, selain itu untuk mempersiapkan diri terjun dalam dunia industry karena di dunia industry itu juga sangat perlu kerja sama dalam senbuah tim’ ungkapnya

          Ir. Juwono juga sangat berharap lomba yang diadakan ini dapat menciptakan inovasi serta resep-resep baru dari para siswa untuk dapat dikembangkan lagi ke masyarakat serta dapat memiliki nilai jual di industry. Lomba tersebut dihadiri pula oleh juri yang terdiri dari Dra. Renny R. Wahjoedi,MM perwakilan dari Direktur Eksekutif LSP Pariwisata Nasional Jawa Timur serta beberapa perwakilan dari media cetak. Untuk kategori penilaian hasil akhir minuman yang dinilai adalah presentasi yang disampaikan oleh para peserta kepada juri, kebersihan alat dan tempat olahan, informasi yang disampaikan, ketetapan rasa dari minuman yang dihasilkan serta kecekatan dalam pengolahan










          Dari hasil lomba tersebut mendapatkan  juara, juara pertama diraih oleh Sheima Kartikarini dan Oktavia Ayu R dari jurusan culinary pagi dengan nama produk Ice Layer Ganache Avocado & Fantastic serta Pink Mouse. Juara kedua diraih oleh pratiwi sariyati dan nur amin M.R dari jurusan Culinary Siang dengan nama produk Dragon Chili Ice dan Forest Mocktail & 4th July Mocktail

          Saat ditanya alasan mengapa menggunakan alpukat pada produknya, Sheima Kartikarini dan Oktavia Ayu R yang dinobatkan sebagai pemenang pertama menegaskan, ‘alasannya karena alpukat kaya akan vitamin, mamiliki rasa yang sangat khas, warnanya yang bagus serta menurutnya alpukat masih jarang digunakan sebagai minuman karena yang sering ditemui seringkali hanyalah dalam bentuk jus saja. Dan untuk resep Pink Mouse menggunakan pemilihan bahan semangka dan lyche sebagai bahan utamanya dikarenakan pada kedua bahan tersebut banyak sekali kandungan airnya, jika dipadukan juga dapat menghasilkan rasa yang segar, rasanya juga lebih manis alami’.

          Pemilihan bahan untuk juara kedua sangat berbeda dengan yang lain, biasanya untuk buah di mix dengan tambahan sayuran tapi untuk kali ini Pratiwi Sariyant dan Nur Amin M.R membuat inovai baru. Pembuatan produk Dragon Chili Ice perpaduan antara buah naga merah serta cabai rawit. Terdengar sangat unik memang karena rasa yang dihasilkan pada akhirnya adalah manis pedas nikmat. Saat ditanya mengapa buah naga merah dan cabai rawit? Pratiwi mengatakan ‘alasan menggunakan buah naga merah adalah warna yang terkandung pada buah naga merah sangat bagus dan lebih manis dibandingkan dengan buah naga putih. Dan untuk pemilihan cabai rawit sendiri itu untuk memadukan warna yang dihasilkan, jadi ada beberapa warna berbeda yang indah nantinya. Awalnya sebenarnya seng-iseng saja dan coba buat resep, tidak tahunya ternyata kok enak, akhirnya kita putuskan produk ini yang kita lombakan’.

          Para peserta mengungkapkan, tujuan meraka mengikuti lomba ‘Mix Me Up (Bar Competition)’ ini adalah untuk mencari pengalaman karena selanjutnya meraka akan terjun kedunia industry setelah  lulus, selain itu juga menggali kemampuan mereka dalam mencapur minuman.

ADAKAN GATHERING DENGAN TEMA “WORLD OF CUISINE” AKPAR MAJAPAHIT SIAP GO INTERNASIONAL



Image
Tepat tanggal 23 Maret 2013, di Akademi Parwisata Majapahit kembali diadakan gathering dengan tema “World of Cuisine”. Namun pada kesempatan kali ini selain mengadakan acara gathering, diadakan pula acara Eksibisi produk mahasiswa.
Produk - produk yang dibuat adalah produk persiapan mereka untuk persiapan mengikuti expo di Food and Hotel Indonesia pada tanggal 10 - 13 April 2013 mendatang di Jakarta. 
Selain sebagai sarana melatih para mahasiswa, acara gathering ini juga bertujuan untuk mencari kritik dan saran yang membangun untuk penyempurnaan produk yang mereka buat. Acara ini dihadiri kurang lebih 100 rekan, teman dan keluarga dari Bapak Juwono selaku Pembina Yayasan dari Akpar Majapahit. Untuk menu yang dihidangkan berasal dari perwakilan berbagai Negara, seperti Oriental Zoo yang berisi makanan oriental yang dikemas dalam bentuk karakter binatang, kemudian American Big Burger, Menara Pizza, Piramid Samosa, Lotus Nachos, Mini cup Cakes dan menu - menu lain. Total ada 16 menu ditambah dengan beberapa Fruit Carving. Untuk kali pertama, AKPAR Majapahit akan mengikuti pameran Food and Hotel Indonesia 2013 di Jakarta. Sekolah Tinggi AKPAR Majapahit yang berpusat di Jalan Raya Jemursari 244 Surabaya ini berencana akan mengirimkan enam siswa siswi terbaiknya untuk ikut serta dalam ajang Pameran Food And Hotel Indonesia 2013 di Jakarta. Namun sebelum mengikuti ajang tersebut, AKPAR Majapahit menggelar simulasi terlebih dahulu sebelum ikut serta dalam ajang pada tanggal 6 April 2013 mendatang di Jakarta. Dalam  simulasi yang di gelar pada sabtu ( 23/03/2013 ) lalu, pihak AKPAR Majapahit juga mendatangkan beberapa komentator sebagai salah satu masukan sebelum benar benar di terjunkan. ‘Kita sangat berharap kesempatan baik ini menjadi peluang bagi perusahan kami untuk melebarkan sayap lebih lebar lagi, apalagi Pameran Food And Hotel Indonesia 2013 bersifat go internasioanal dan diikuti oleh beberapa hotel di Indonesia bahkan dunia. Tidak itu saja, hampir setiap tahunnya diadakan di dua kota yang berbeda seperti  Jakarta dan Bali. Tentu kesempatan ini sangat la gka bagi perusahan kami dan harus di ikuti secara serius dalam pengembangan pariwisata anak negeri, baik hotel dan makanannya untuk belajar dari negara - negara lain" ujar Perwakilan AKPAR Majapahit Yuda pada Senin (25/3).

Image     Yuda mengatakan, dalam kesempatan pameran ini juga akan digelar kompetisi para juru masak dari berbagai negara, di mana para ahli masak Indonesia juga akan ikut berpartisipasi dan bertanding dalam acara yang akan digelar tersebut. ‘Tentu saja ini kesempatan baik bagi kampus kami untuk unjuk kebolehan bersama ahli masak internasional. Walaupun tidak ada hadiah yang di perebutkan dalam pameran kali ini, namun kesempatan untuk belajar bersama chef kelas dunia di sana akan kami dapatkan dan akan menjadi kenangan yang takkan terlupakan selamanya’ beber Yuda.

Rabu, 11 Agustus 2010

Selamat Datang di Tristar Culinary Institute


Sekolah Kuliner Pencetak Chef


TRISTAR Culinary Institute merupakan suatu lembaga pendidikan dan pelatihan kerja professional di bidang Tata Boga & Patiseri yang dapat dilanjutkan ke jenjang Program Diploma 3(D3) dengan gelar Ahlimadya(Amd). Dengan kurikulum terstruktur serta fasilitas yang menunjang, mambuat TRISTAR mampu menghasilkan orang-orang yang memiliki ketrampilan di bidang kuliner dan profesionalisme dalam bekerja di bidangnya.

>


TRISTAR Culinary Institute merupakan suatu lembaga pendidikan yang menghasilkan orang-orang yang memiliki ketrampilan di bidang kuliner dan profesionalisme dalam bekerja di bidangnya. Belajar, bekerja, berkarir, serta mampu menciptakan dan menjalankan usaha sendiri merupakan tujuan dari TRISTAR Culinary Institute sebagai salah satu sekolah kuliner dan pariwisata terkemuka dan terbaik di Indonesia.Hasil Fruit Carving

Teknik pengajaran di TRISTAR Culinary Institute, lebih ditekankan kepada kegiatan praktek setiap hari, yang lebih mengutamakan teknik pembuatan dan pengolahan produk makanan standar internasional. Kegiatan praktek setiap hari didapatkan mahasiswa pada tahun pertama dan kedua untuk jurusan Patiseri dan Tata Boga, dan dapat melanjutkan ke jenjang Program Diploma 3 dengan gelar AMd (Ahli Madya). Seluruh bahan praktek perkuliahan sudah disiapkan oleh pihak TRISTAR Culinary Institute sebagai pihak penyelenggara.

FlambeDengan didukung fasilitas kelas ber-AC, dapur lengkap standar hotel bintang 5 dan mesin industri makanan, ruang bar/cafe, ruang karaoke, wi-fi zone, dan tenaga pengajar yang sudah berpengalaman, diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk dipersiapkan menjadi tenaga-tenaga ahli di bidang kuliner dan pariwisata.

Ice Carving

Para mahasiswa juga diwajibkan mengikuti kegiatan magang/on job training selama enam(6) bulan di hotel bintang 4 atau hotel bintang 5. untuk menambah wawasan serta mengaplikasikan ketrampilan yang telah didapat selama belajar di kampus.

TRISTAR Culinary Institute memiliki tiga(3) program pendidikan profesional Diploma1, D2, dan D3,

Dengan jurusan :

1. Patiseri (Baking & Pastry)
2. Tata Boga (Kuliner)
3. Tristar Tourism Acdemy - Usaha Perjalanan Wisata

Jenjang Studi lanjutan D3, S1, S2 di Swiss.
Dengan jurusan : International Hotel and Tourism Management



ginger bread 2

Pendaftaran:
TRISTAR CULINARY INSTITUTE
Sekolah Kuliner Pencetak Chef.
Jl. Raya Jemursari 234
Surabaya
Jawa Timur
Indonesia
Tel. (62)31-8433224-8433225
Fax. (62)31-8432050
Mobile:(62)081 7321024. Flexi (62)31-81639992

Sekilas mengenai Tristar Culinary Institute

Tristar Culinary Institute adalah lembaga pendidikan resmi yang memberikan pendidikan keahlian dan ketrampilan paling tepat yaitu dengan kuliah praktik setiap hari. Pada tahun pertama dan kedua, anda dididik dan dibekali dengan ilmu teknik mengolah masakan, roti-kue dan minuman dari seluruh dunia. Di tahun yang ketiga, anda akan belajar tentang manajemen restaurant dan perhotelan.

Para mahasiswa juga diwajibkan mengikuti kegiatan magang/on job training selama enam(6) bulan di hotel bintang 4 atau hotel bintang 5. untuk menambah wawasan serta mengaplikasikan ketrampilan yang telah didapat selama belajar di kampus.
Tristar Culinary Institute juga didukung oleh fasilitas: Ruang kelas ber Ac, Kitchen Standard hotel bintang 5 (Dapur Kuliner, Dapur Patiseri & Dapur Catering), Mesin industri Makanan, Dosen Pengajar Professional, Ruang Bar/café dan Karaoke, Wi-fi Zone, Lab Komputer, Tempat Parkir yang Luas.

Tristar Culinary Institute mempunyai program pendidikan professional Diploma 1, D2 dan D3. Jurusan : Patiseri (Baking & Pastry), Tata Boga (Culinary), Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata.

Apa keunggulan Tristar Culinary Institute dibandingkan dengan perguruan tinggi lain?
1. Sistim belajar yang setiap hari praktik akan membekali mahasiswa dengan keahlian.
2. Mahasiswa dapat belajar sambil bekerja, artinya mahasiswa di pagi hari kuliah, siang/sore hari bisa mengaplikasikan ilmunya dengan bekerja.
3. Tersedia lowongan kerja di Hotel bintang 4 atau 5 baik didalam/luar negeri, Kapal Pesiar, Restaurant, Bar, Café, dll.
4. Jenjang Studi lanjutan S1 & S2 kerjasama dengan perguruan tinggi dalam negeri & Swiss.
5. Lulusan Tristar juga bisa mengelola usaha sendiri dengan membuka Café, Restaurant, Toko bakery, Food Courts di Mal

Tristar Culinary Institute menerima mahasiswa baru. Setiap Triwulan: April – Juli- September – Januari.

Tristar Cooking School, Sekolah Kuliner dengan Fasilitas Sangat Lengkap.

Akademi Kuliner Tristar - Tristar Baking & Cooking School - Sekolah Tata Boga.

Ginger Bread 1Ginger Bread 1

Pembuatan Chocolate Praline

Pembuatan Chocolate Praline
pengolahan coklat praline 2Pengolahan coklat praline 2

Rabu, 04 Agustus 2010

Membuat Cake Hias Cantik di Kelas Pastry


Tak hanya di-display saja, cake yang sudah jadi dan dihias cantik ini juga bisa dinikmati oleh para mahasiswa di akhir perkuliahan. Sehingga para mahasiswa bisa langsung merasakan perbedaan masing-masing cake yang sudah dipraktikkan.


Selengkapnya KLIK DISINI

Selasa, 03 Agustus 2010

Wedding's Cake Tampil Cantik - Kuliah Patiseri di Sekolah Masak Tristar

Menghias cake untuk acara istimewa seperti pernikahan harus dibutuhkan ketrampilan khusus. Tentu di acara istimewa itu setiap orang pasti menginginkan segalanya berjalan dengan sempurna. Dan sudah tentu dibutuhkan tenaga profesional untuk mengerjakan sebuah cake untuk pernikahan atau biasa disebut dengan wedding’s cake. Untuk itu, kali ini mahasiswa TRISTAR Culinary Institute diajarkan cara menghias wedding’s cake secara intensive selama 1 minggu.

Perkuliahan jurusan patiseri TRISTAR Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari 234 Surabaya ini menggunakan sistem praktik setiap hari. Hal ini terbukti sangat efisien, karena mahasiswa menjadi sangat terlatih dan terampil dalam berbagai proses pengolahan berbagai produk pastry dan bakery. Seperti pada perkuliahan yang berlangsung hari Jumat (21/05) kali ini, para mahasiswa diajarkan cara menghias wedding’s cake secara berturut-turut selama 1 minggu dengan berbagai tema yang berbeda setiap harinya.


Jadwal kuliah yang dimulai pukul 8 pagi ini diawali dengan teori dan berlanjut dengan praktik bersama. Mahasiswa yang terdiri dari 11 orang ini dibagi dalam 2 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan tugas untuk menyelesaikan 1 macam menghias wedding’s cake. Adapun tema wedding’s cake yang diusung kali ini adalah Rosemary cake dan White Satin Cake.

Dengan pengarahan dari Pak Otje selaku pengajar, para mahasiswa mulai mempraktikkan materi yang diajarkan. Para mahasiswa-pun saling bekerja sama agar wedding’s cake yang dihasilkan benar-benar sempurna. Adapun bahan yang digunakan untuk menghias cake kali ini adalah plastik icing dan hiasan bunga dari gum paste. Proses demi proses menghias mulai dilakukan, mulai dari melapisi sterofoam dengan plastik icing, membuat hiasan pita dan menancapkan bunga gum paste sebagai pemanis.


Selang beberapa waktu, akhirnya wedding’s cake yang dihias-pun telah selesai dihias. Tampak cantik, menarik dan rapi wedding’s cake yang dibuat oleh para mahasiswa. Bahkan Pak Otje selaku pengajar tampak puas dengan hasil menghias wedding’s cake yang dibuat oleh para mahasiswa-nya.